awal
nampak jelas
yang sudah lama
akan kembali
sekian
entah dari akhir
bimbingan hilir
asalkan senang
semua senyawa
tak kan hilang
imbalan jasad
angan menyesat
namun tak ternoda
telat?
dia tak pernah
sekali lagi
dia tak pernah
apa yang dia katakan?
tidak pernah
tidak pernah
astaga
hanya kata itu
yang terlontar
melanglangbuana dari pikiran hayalku
memuntahkan masa depan
walau dia katakan
tidak pernah
ku tandai
pada jam ini
panggil saja dia si tuan 1:15 am
dari si tuan itulah aku memulai
tunggu,
mulai terasa pada saat itu lagi
dimana kau sebut bertubi-tubi
sampai mencapai puncak tertinggi
terakhir ku menegur
dengan sapaan melantur
tak kuasa sampai terbentur
maklum
dulu kala tak mengenal malu
sabar,
sekarang sudah berganti 1:18 am
mungkin sebentar lagi
sudah saatnya
ya,
tiba pada saatnya mereka datang
dan membelenggu
oke ,
gua kembali lagi dengan si blog lama
udah beberapa bulan
ya,
bisa di bilang beberapa bulan itu gua vacum (cleaner) dari blog ini :D
ini yang membuat gua sedikit canggung
canggung untuk nge-posting yang baru-baru lagi
mungkin para pengunjung bisa melihat barang baru gua di sini
hehehe
itu isinya sedikit aneh
karna segala info ada disana
tapi ga semuanya juga ada disana --"
sudah mulai mengantuk gua
hoaaaammmmm :O
karna besok pagi gua harus manggung di sekolah
lebih tepatnya ya test untuk acara natal nanti
wkwkw :D
okelah kalo begbegbegbegbeggitchhuu :D
mungkin bentar lagi gua bakal nge-posting sajak abals yang baru lagi :D
see yaa \m/
enjoy . respect . and God Bless .
terlahir
untuk di injak
dan mati
untuk di tinggikan
tidur di malam yang panjang
bak esok tak ada hari lagi
tetap saja petang
atau tidak
malam lebih baik
terhina dalam tawa
tragedi 1921
mati lah mereka ! !
sedikit saja yang tau
aku ?
aku pun tak mengetahui tragedi macam apa itu
injak saja mereka !
JAHANAM!
bakar mereka !
mereka hanya sampah !
sudah habis batas kesabaran
dasar pendusta
tidak ada lagi yang di inginkan
hanya bebas
dan bebas
sebab
hanya dialah
si orang bebas itu
JAHANAM !
frontal
lupakan saja mereka
lupakan saja dirinya
dan enyahkan sajalah aku
tak perlu kau menghamba
atau,
kau pun tak perlu mengiba
inilah ragaku
terombang-ambing dalam ambisi
mereka hanya meragukan awan
walau serupa tak menawan
tak terbawa
tak terhempas
terkunci rapat
segala ambisi aku
harapan
sirna sudah
jenuh
dan terbunuh
anggap saja,
semua ini,
awal dari kematian dini
sesak kan terobati
isak kan teratasi
sampai nanti
wahai penghianat hati
pagi ini (22-06-10)
kedua mataku terjaga
di tempat tak teraga
mengingat serpihan kenangan
dari kota kemenangan
segala sudut ruang,
tak terulang
hanya sama
seperti dulu, kemarin,
atau hingga lusa
ingin tetap menerjang
hari ke depan di sini
tuk menyisiasati
sgala memori yang tlah terhapuskan
mungkin nanti,
aku akan kembali
suatu saat nanti
pasti,
aku akan kembali
seperti hari kemarin
dan hari ini
di kota ini
untuk mereka,
kawan berbagi ceria
di kala dulu
