ku tandai

pada jam ini

panggil saja dia si tuan 1:15 am

dari si tuan itulah aku memulai

tunggu,
mulai terasa pada saat itu lagi
dimana kau sebut bertubi-tubi
sampai mencapai puncak tertinggi

terakhir ku menegur
dengan sapaan melantur
tak kuasa sampai terbentur

maklum
dulu kala tak mengenal malu

sabar,
sekarang sudah berganti 1:18 am
mungkin sebentar lagi

sudah saatnya

ya,
tiba pada saatnya mereka datang
dan membelenggu


oke ,

gua kembali lagi dengan si blog lama

udah beberapa bulan
ya,
bisa di bilang beberapa bulan itu gua vacum (cleaner) dari blog ini :D

ini yang membuat gua sedikit canggung
canggung untuk nge-posting yang baru-baru lagi

mungkin para pengunjung bisa melihat barang baru gua di sini
hehehe

itu isinya sedikit aneh
karna segala info ada disana
tapi ga semuanya juga ada disana --"

sudah mulai mengantuk gua
hoaaaammmmm :O
karna besok pagi gua harus manggung di sekolah
lebih tepatnya ya test untuk acara natal nanti
wkwkw :D

okelah kalo begbegbegbegbeggitchhuu :D
mungkin bentar lagi gua bakal nge-posting sajak abals yang baru lagi :D

see yaa \m/

enjoy . respect . and God Bless .


terlahir
untuk di injak
dan mati
untuk di tinggikan

tidur di malam yang panjang
bak esok tak ada hari lagi

tetap saja petang
atau tidak
malam lebih baik

terhina dalam tawa
tragedi 1921
mati lah mereka ! !

sedikit saja yang tau
aku ?
aku pun tak mengetahui tragedi macam apa itu

injak saja mereka !
JAHANAM!

bakar mereka !
mereka hanya sampah !

sudah habis batas kesabaran

dasar pendusta
tidak ada lagi yang di inginkan

hanya bebas
dan bebas

sebab
hanya dialah
si orang bebas itu

JAHANAM !



histeris di pagi

walau terasa masih sepi
tetap terdengar suara jerit

terbangun
dari semua tulisan
yang sama

terjatuh
dari semua hujatan
yang menjahanam

sedikit lagi
terasa lagi

tak bisa jahanam
tak kuat duniawi

terlalu lepas
dan mengeksploitasi

sudah malam
tadi tidur
kembali ragu
dalam belenggu


frontal
lupakan saja mereka
lupakan saja dirinya
dan enyahkan sajalah aku

tak perlu kau menghamba
atau,
kau pun tak perlu mengiba

inilah ragaku
terombang-ambing dalam ambisi

mereka hanya meragukan awan
walau serupa tak menawan

tak terbawa
tak terhempas

terkunci rapat
segala ambisi aku


harapan
sirna sudah

jenuh
dan terbunuh

anggap saja,
semua ini,
awal dari kematian dini

sesak kan terobati
isak kan teratasi

sampai nanti
wahai penghianat hati


pagi ini (22-06-10)
kedua mataku terjaga
di tempat tak teraga
mengingat serpihan kenangan
dari kota kemenangan
segala sudut ruang,
tak terulang
hanya sama
seperti dulu, kemarin,
atau hingga lusa
ingin tetap menerjang
hari ke depan di sini
tuk menyisiasati
sgala memori yang tlah terhapuskan
mungkin nanti,
aku akan kembali
suatu saat nanti
pasti,
aku akan kembali
seperti hari kemarin
dan hari ini
di kota ini
untuk mereka,
kawan berbagi ceria
di kala dulu


About Lorem