Di hari yang masih sangatlah buta, ku bukakan mata yang terpejam dari lelapnya istirahat selama semalam tadi. Seperti biasanya Aku selalu telat untuk mengawali hari-hariku.
Aku siapkan diriku dan perlengkapan-perlengkapan yang akan ku bawa. Setelah semuanya sudah siap, mulailah kupijakan kaki ke luar tempat tinggalku untuk memulai hari yang baru. Untuk memulai petualangan yang baru lagi dalam hidupku.
Ku mulai menaiki kendaraan yang biasa orang banyak pakai untuk berpergian dengan tidak terlalu banyak mengeluarkan ongkos. Ku pilih kursi depan angkutan tersebut untuk ku duduki.
Di sepanjang jalan, Aku melihat orang-orang yang memiliki kesibukan masing-masing di sudut-sudut jalan sana.
Semua hal yang orang-orang lakukan, Aku amati dengan seksama.
Aku sedikit terheran dengan tiga anak kecil. Mereka mengenakan seragam putih-merah. Mereka menelusuri trotoar jalan sambil melangkahkan lari-lari kecil.
Mereka masih sangat lugu. Mereka terus berlarian tanpa memikirkan di sebelah mereka, walau banyak kendaraan-kendaraan bermotor sedang mengantri atas kepadatan lalu lintas itu.
Tersirat dalam benakku untuk membayangkan, adakah salah seorang yang peduli dengan mereka? Adakah yang pernah membayangkan, apakah seorang anak kecil itu dapat terus berlari dengan bersama-sama kawannya untuk selalu mengejar cita-cita bersama?
Aku terlalu bodoh jika mengukur penglihatan pandangan hanya tertuju pada anak-anak kecil itu. Namun, yang Aku tahu, seorang anak kecil memiliki banyak sekali potensi-potensi yang sangat brilian. Dan mungkin juga karna Aku lebih senang melihat anak-anak kecil yang masih lugu bermain bersama dibandingkan melihat tontonan acara-acara televisi yang akhir-akhir ini lama-kelamaan sangat tidak bermutu sekali.
Aku terus melanjutkan hidupku. Hilanglah bayangan anak-anak kecil nan polo situ dari penglihataanku. Ku awali dunia dalam hidupku untuk terus meraih semua cita-cita dan ambisi yang saya punya.


Leave a Reply

About Lorem