kisah awal
dari kusamnya seorang anak
bertekat dalam imajinasi
sampai ke dunia hayal yang tinggi
berimpikan permadani indah
dibawah hujan sambil menadah
kehidupan pasti,
tetap dinanti
"...mengapa aku, terlahir dalam perih, dibawah lampu jalanan ini, ku menguatkan diri, agar kelak aku kan bertahan hidup hingga hari esok usai. hujatlah aku! wahai mereka yang tak mengerti akan arti hidup ini! buanglah aku! maka aku akan membungkam mulutku, dan lekas pergi meninggalkan kau dan mereka!..."
tak tersadar
jeritan si pengelana kecil
tak terdengar lagi
kebisingan kota metropolitan
mendesak ia untuk lekas kembali pulang
pulang kembali ke istanaNya
setelah itu,
terhempaslah
semua hasrat, jiwa,
serta ruh yang terlepas dalam raga
hingga anak kusam yang membungkam
kembali bahagia di dunia khayalnya
