Sekejap mataku terjaga
Entah apa yang terpikirkan dalam asaku
Beribu nyamuk menemani malamku
Asa dan angan ingin menggapainya
Sampai mati ku kan menantinya

Tikaman lidah tak bertulangmu itu menusuk hatiku
Ingatan gelam akan hidupnya
Andai raga dapat memilikinya
Nama dia yang menuk rusuk nadiku

Sudah ku padamkan lentera merah
Wangi asap malam lentera padam
Angin malam menghempaskan raga dan jiwa
Sampai tak terasa antara hidup dan mati

Tak terasa
Indah malam telah berganti
Rona terang sang fajar menanti
Terus ku ukirkan namamu itu
Ooohh.... lamanya petang


Leave a Reply

About Lorem