detik disudut kamar semar
gelisah terasa
mengapa mereka asyik mengiba
bibir itu yang terasah
hancur lebam membasah
hidup fana terbiasa
reputasi bebani hasrat
tak ingat akan diri
tersiksa harga mati
enyahlah jalang!
sudah menjamah
sibak kan peduli tamah
sekali lagi,
mati kau karna hasrat
jaga tubuh liuk urat
tetap mati!
sudah habis badan ini
berkelana saja ke negri barat
pasti kan dapat segala hasrat
muak dia melihat liuk tubuhmu!
enyahlah kau,jalang!
