Mungkin bagi setiap orang, persahabatan sangatlah penting. Persahabatan itu tak akan ada yang mampu membayarnya, sekalipun dibayar dengan materi pun tidak akan bisa.
Ramo dan Mona merupakan dua sahabat yang sudah akrab sekali sejak mereka duduk dibangku playgroup.
Dari kecil mereka mereka belajar untuk saling membantu dan saling peduli akan satu sama lain. Di saat Ramo ada masalah, pasti Mona yang slalu menemani dia untuk memecahkan permasalhannya. Dan begitu pula jika Mona memiliki masalah, pasti Ramolah yang slalu ada setia setiap saat menemani Mona untuk mengatasi masalah tersebut.
Tak terasa sekarang mereka sudah menduduki bangku SMA. Mereka sudah memiliki pacar. Ramo sering jalan bersama ceweknya. Dan Mona sering juga jalan bersama cowoknya. Namun dengan kehidupan mereka yang sudah semakin sibuk akan mengurusi pasangan masing-masing, mereka tidak pernah lupa untuk meluangkan waktu mereka untuk jalan berdua, untuk saling share, apakah ada masalah atau tidak yang sedang mereka rasakan.
Lama-lama Mona pun jenuh akan pacarnya itu. Mereka slalu saja bertengkar akan hal-hal yang sepele. Namun Ramo mencoba untuk membuat Mona untuk tetap bertahan dan setia dengan pacarnya tersebut.
Saat Ramo dan Mona sedang berjalan berdua,tepatnya mereka sedang makan siang bersama di foodcourt suatu mall, Mona melihat ceweknya Ramo sedang makan siang bersama cowok lain juga.
“Mo, tu liat deh! Itu kn cewek kamu? Bukannya dia kemarin sms km kalo sekarang dia mau kerja kelompok bersama gengnya? Kok malah berduaan sama cowok lain sih. Suapin-suapinan lagi?! Ihhh, menjijikan..!!”
“Hah? Oh iya betul juga ya! Arggghhh! Semuanya sama aja! Kapan sih ada cewek yang bisa setia sama aku. Semua pacar-pacar aku yang dulu juga seperti ini semua.”
“Sudahlah, Mo. Sekarang kamu samperin mereka saja.”
“Tidak ah,Mon! sekarang kita pulang saja! Aku muak melihat mereka berduaan seperti itu!”
“Tapi, Mo!! Kamu harus hadapi semua ini!”
“Hei, aku punya ide, Mon. Sekarang kita pergi, tapi kita sambil gandengan tangan dan lewat di depan mereka. Ayo, Mon!!”
Tanpa pikir panjang lagi, tangan Mona pun sudah digandeng dengan Ramo,sahabatnya itu. Mereka pun mulai melewati ceweknya Ramo itu yang sedang selingkuh.
Ceweknya Ramo pun melihat dua sahabat itu sedang bergandengan tangan. Ceweknya Ramo pun mulai jengkel juga. Namun, apa mau dikata, dia juga telah selingkuh dengan cowok lain.
Ramo dan Mona pun pulang dari mall terrsebut. Ramo memboncengi Mona, mengantarnya samapai depan rumah Mona.
Sampailah mereka di depan pagar rumah Mona
“Mo, makasih ya mau mengantarkan aku pulang! ”
“Iy sama-sama, Mon!”
“Kamu gak masuk ke rumah aku dulu, Mo?”
“Tak usahlah, Mon. sudah sore nih. Aku pulang duluan ya”
“Oke deh. Hati-hati ya, Mo!”
Lalu bergegaslah Ramo pulang ke rumahnya.
Tak terasa waktu terus berputar. Akhirnya, Ramo pun jomblo lagi. Dan Mona masih bertahan dengan cowoknya.
Namun entah ada angin apa, cowoknya Mona sms yang berisikian kalau cowoknya Mona itu sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hubungan mereka. Jadi, Ramo dan Mona pun menjadi sahabat yang jomblo.
Hari demi hari, mereka semakin akrab layaknya seorang pacaran. Tapi mereka tak ada yang berani untuk mengungkapkan perasaan mereka. Mereka mulai menjalani hari-hari mereka bak layaknya dua sejoli yang setia.
Dan saat mereka sudah sangat akrab sekali satu sama lainnya, Ramo mencoba untuk beranikan diri. Ramo mencoba mengungkapkannya langsung dihadapan Mona.
“Mon.. Hmm, aku mau jujur dong”
“Jujur kenapa, Mo?”
Ramo mulai memegang kedua tangan Mona erat-erat, dan mulai ungkapkan,
“Mon, aku sayang sama kamu”
Dan seketika itu pula, Mona langsung memeluk Ramo.
Tak terasa begitu cepatnya. Mereka telah menikah. Mereka mengikrarkan janji setia untuk sehidup semati. Dan mereka menjadi seorang sahabat yang bisa menunjukan, bahwa setela mereka hidup bersama pun, mereka tetap saling tolong menolong layaknya seorang sahabat lagi. Mereka pun hidup bahagia.
